4 Momen Ikonik Dota 2 Yang Akan Selalu Diingat Oleh Para Fansnya

4 Momen Ikonik Dota 2 – Dota 2 adalah game lama yang masih menjadi game terfavorit hingga saat ini. Banyaknya update mengenai skill , skin hero hingga hero terbaru menjadi alasan Dota 2 masih bertahan hingga saat ini.

Jika dilihat dari awal kemunculan Dota 2 , sudah terdapat 9 kali The International yang sudah digelar oleh pihak Valve. Untuk kalian yang belum mengetahui apa itu The International adalah turnamen terbesar dalam Dota 2 yang diikuti oleh seluruh tim esports dunia setiap tahunnya dan juga menjadi turnamen dengan hadiah terbesar esports hingga saat ini.

Namun tampaknya fans sangat kecewa dengan tidak adanya The International 10 tahun ini dikarenakan kondisi pandemi yang sangat tidak memungkinkan untuk menggelar turnamen offline. Tetapi kalian janganlah khawatir , kami akan memberikan momen momen ikonik apa saja yang telah terjadi selama digelarnya The International untuk menghibur kalian. Berikut adalah 4 momen Ikonik Dota 2 yang tak pernah bisa dilupakan oleh para pemainnya.

The International Yang Pertama

4 Momen Ikonik Dota 2

The International pertama digelar pada tahun 2011 lalu dan dimenangkan oleh Na’Vi pada saat itu. Namun yang membuat perhatian publik adalah jumlah hadiah atau prizepool The International pada saat itu yaitu sebesar US$1,6 juta.

Hadiah besar tersebut tampaknya menjadi awal mula revolusi esports hingga saat karena mulai dari saat itu sudah banyak sponsor yang tertarik pada dunia esports.

Fountain Hook

Yang selanjutnya adalah Fountain Hook yang dilakukan Na’Vi kepada para pemain Tongfu dalam babak semifinal The International 3. Dendi yang bermain sebagai Pudge , melakukan kombo dengan Chen yang digunakan oleh Puppey untuk menarik setiap hero dari Tongfu ke dalam fountain tim Na’Vi.

Berkat dari kombo tersebut , Na’Vi akhirnya bisa memenangkan game tersebut dan melaju ke babak grand final melawan Alliance. Padahal dalam game tersebut , tim Tongfu sangat unggul jauh dengan Aegis yang berhasil didapatkannya.

Walaupun banyak yang tidak setuju dan menganggap kombo tersebut adalah suatu kecurangan , namun tampaknya Valve tidak bisa melakukan banyak hal tentang hal tersebut hingga akhirnya taktik Fountain Hook dihapus tak lama setelah The International 3.

1 Million Dream Coil

Masih dalam The International 3 , 1 million dream coil adalah momen ikonik selanjutnya yang terjadi di babak grand final Na’Vi melawan Alliance dalam game kelima. Sang kapten Alliance , s4 berhasil mengcancel teleport dari tiga pemain Na’Vi dengan skill dream coil yang dimiliki oleh hero Puck.

Berkat hal tersebut pemain Alliance berhasil mendapatkan 2 barrack dari tim Na’Vi yang akhirnya The International 3 berhasil dimenangkan oleh Bulldog dan kawan kawan.

6 Million Echo Slam

Momen ikonik yang terakhir adalah 6 Million Echo Slam yang terjadi dalam babak grand final The International 5 antara EG melawan CDEC. Sang offlaner EG , Universe berhasil melakukan Echo Slam kepada 5 hero CDEC yang difollow up oleh Ice Blast milik Ancient Apparation dalam roshpit.

Kejadian yang begitu cepat tersebut berhasil membuat keempat pemain dari CDEC dan mengusirnya dari roshpit. EG yang mendapatkan Aegis yang diambil oleh Sumail tampaknya berhasil memanfaatkan keunggulan tersebut dengan mempressure para pemain CDEC yang akhirnya membuat EG menjadi juara The International 5 di tahun 2015 lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *