Alasan Virtus.Pro Tampil Buruk Saat TI 8 Menurut RodjER

Alasan Virtus.Pro Tampil Buruk Saat TI 8 Menurut RodjER – RodjER secara blak blakan menceritakan alasan kenapa Virtus.Pro meraih hasil yang cukup buruk dalam sebuah acara milik Maria ” Mrs. Marple ” Ermolina yang sekaligus kita kenal juga sebagai caster Dota 2.

Alasan Virtus.Pro Tampil Buruk Saat TI 8 Menurut RodjER

Dalam vidio yang berdurasi selama 1 jam lebih tersebut , RodjER menceritakan banyak hal. Mulai dari awal perjalanan karirnya dalam dunia Dota 2 , kesan pertama ketika bergabung bersama raksasa Eropa yaitu Virtus.Pro hingga perasaannya membela Natus Vincere yang menjadi timnya saat ini.

Alasan Virtus.Pro Tampil Buruk Saat TI 8 Menurut RodjER

Namun ada yang menarik perhatian ketika RodjER ditanyai mengapa Virtus.Pro tampil cukup buruk saat bermain di The International 8 lalu. Yap , RodjER yang bisa dibilang sebagai salah satu pemain support 4 terbaik tahun itu hanya bisa finish di posisi 5-6 dalam turnamen Dota 2 paling bergengsi tersebut.

“(Solo) adalah kapten yang hebat. Dia mengerti META, memiliki shotcaller yang bagus, setiap gerakan kami berhasil. Semua orang mempercayainya. Kami memiliki pemain terbaik. Patch itu disukai kami. Semuanya menguntungkan kami.

Sebelum TI8, atmosfer di tim mulai runtuh. Ketidapercayaan mulai bermunculan. Saya mulai bermain buruk di lane saya. Ada beberapa tekanan pada saya dari para pemain. 

Saya ingin menyamai status saya sebagai bintang. Jika ada yang tidak beres, saya akan di-push. Saya mulai khawatir dan terlalu memikirkannya. Setiap kesalahan mulai berdampak lebih,” jelas RodjER.

RodjER Virtus Pro TI 8

Jika dilihat dari performa Virtus.Pro di tahun 2018 lalu , mereka tampil dengan sangat baik. Mereka hampir selalu masuk ke grand final setiap major yang dihadirkan oleh Valve. Itulah kenapa Virtus.Pro sempat dijuluki sebagai “tim langganan major” di Dota 2.

Melihat hasil yang sangat baik dari Virtus.Pro tentu banyak fans dan juga komunitas Dota 2 yang menganggap jika VP menjadi salah satu kandidat terkuat yang akan memenangkan The International 8. Namun sangat disayangkan , performa mereka sangat jauh dari yang biasanya diperlihatkan. Alhasil mereka pun harus finish diposisi 5-6 The International 8.

Setelah The International 8 berakhir , RodjER mengaku tampil dengan cukup buruk dalam turnamen The Kuala Lumpur Major. Hal ini yang membuat sang carry yaitu Ramzes ingin mengeluarkan RodjER dari squad utama Virtus.Pro walaupun pada akhirnya mereka berhasil memenangkan turnamen tersebut dengan skor 3-2 melawan Team Secret.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.