BOOM & Bigetron Tuntut NXL , Bisa Kena Hukuman Pidana 6 Tahun Atau Denda 4 Miliar Rupiah !

BOOM & Bigetron Tuntut NXL – Kabar yang mengejutkan kembali terjadi di dunia esports Indonesia. Kali ini kabar tersebut berasal dari akun instagram sebuah firma hukum, K-CASE Lawyer. K-CASE Lawyer diketahui telah mengunggah sebuah postingan yang menyebut jika BOOM Esports dan Bigetron Esports telah melayangkan somasi hukum terhadap tim NXL.

BOOM & Bigetron Tuntut NXL

Informasi ini berasal dari K-CASE Lawyer yang merupakan sebuah firma hukum di bidang startup termasuk esports. Mereka menyebut jika telah mewakili BOOM Esports maupun Bigetron Esports atas kasus ini.

“Pada minggu akhir Mei 2021, K-CASE Lawyer secara hukum menjadi wakil dari BOOM Esports dan Bigetron Esports.” Tulis dalam postingan Instagram K-CASE Lawyer.

Buat yang belum tahu apa itu somasi adalah sebuah teguran kepada pihak tergugat sebagai salah satu upaya penyelesaian sengketa. Maksud somasi dalam kasus ini adalah agar pihak NXL sebagai pihak tergugatdapat menghentikan suatu tindakan sesuai dengan kehendak penggugat.

Jika dilihat postingan di atas , semua berawal ketika tim NXL menemukan pemain VALORANT mereka yang bermain bersama tim BOOM Esports dan Bigetron Esports. Melihat hal itu , pihak NXL merasa ada tindakan poaching terhadap pemainnya , namun malah si pemain NXL yang dimaksud tidak pernah melakukan kontrak dengan mereka.

Setelah peristiwa ini , K-Case Lawyer menemukan beberapa fakta yang menyebut jika pihak NXL telah melakukan tindakan melanggar hukum.

“NXL secara sengaja dan tanpa meminta izin, mengakses masuk ke akun discord BOOM Esports yang berisi informasi sangat rahasia.” Jelas K-CASE Lawyer.

Tindakan NXL yang dengan sengaja mengakses akun resmi discord BOOM Esports dianggap sebagai pelanggaran privasi. Perwakilan K-CASE juga menyatakan bahwa direktur NXL diduga telah membagikan informasi rahasia milik direktur BOOM Esports kepada pihak ketiga.

Berdasarkan dugaan tersebut akhirnya melalui K-CASE Lawyer, pihak NXL dapat diancam atas pelanggaran UU ITE dengan hukuman pidana 6 tahun penjara beserta ganti rugi sebesar 4 miliar Rupiah.

BOOM & Bigetron Tuntut NXL

Sementara itu pihak Richard Permana selaku founder dan CEO NXL mencoba menanggapi atas tuduhan pelanggaran hukum dan disomasi tersebut.

Sampai saat ini kami kirimkan, kami belum bisa berkomentar banyak, karena kami belum mengetahui dengan jelas mengenai informasi yang beredar. Kalau bicara surat yang masuk ke NXL ya hampir setiap hari NXL terima surat dari berbagai pihak. Dan banyak juga surat yang belum kami buka.

Perlu diketahui bahwa siapapun boleh menuliskan surat ke pihak manapun. Siapapun juga boleh mempunyai pandangan pribadi terhadap suatu hal, apalagi menuduh. Jadi kalau ada berita atau anggapan macam-macam, ya selama itu tidak melanggar hukum kan boleh saja

Namun ketika anggapan atau tuduhan itu disampaikan ke publik dan ternyata tidak sesuai dengan fakta kan ya jadinya pencemaran nama baik ya. Kalau ada dugaan pencemaran nama baik kan artinya NXL juga punya peluang untuk melakukan upaya hukum,” tulis Richard Permana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *