Buku Pelajaran Esports Di Sekolah Korea Selatan

Buku Pelajaran Esports – Belum lama ini ada kabar dari Sekolah Menengah Atas (SMA) di Korea Selatan yang telah menghadirkan terobosan terbaru dengan menambahkan esports sebagai salah satu pelajaran resmi mereka. Sekolah tersebut telah memutuskan untuk membekali para siswanya dengan pengetahuan esports dengan harapan bisa menjadi salah satu atlit esports terbaik.

Seperti yang kita tahu , negara Korea Selatan memiliki perkembangan tinggi di dunia dari olahraga elektronik saat ini. Jadi rasanya tidak sulit untuk memahami ambisi mereka yang membuat esports dijadikan sebagai salah satu mata pelajaran resmi di sekolah.

Kabar ini berawal ketika akun dengan nama Cereal_Chicken menyebarkan sebuah foto buku dari pelajaran esportsnya di Reddit. Postingan ini sontak menjadi menyebabkan kegemparan, opini publik, dan reaksi beragam dari komunitas game internasional.

Di mata orang tua , pengenalan esports sebagai pelajaran resmi di sekolah mungkin dianggap sebagai hal yang negatif. Walaupun memang ada sebagian orang tua yang memiliki pandangan netral pada video game , namun tetap saja mereka tidak senang ketika melihat anaknya bermain game untuk waktu yang lama.

Isi Dari Buku Pelajaran Esports

Buku berjudul “Pelatihan Esports” ini viral di media sosial Korea dan ditujukan untuk siswa di Sekolah Menengah Atas yang dibuat oleh tim penulis Choi Eun-kyung dan Lee Yoo-chan.

Buku ini diketahui terdiri dari 4 bab yang berisi sejarah pembentukan esports, mengenal beberapa genre-nya, turnamen, konsep judul game, dan perkembangan gamer di dunia esports. Adapun game yang dibahas di dalam buku ini adalah League of Legends, PUBG, Starcraft, dan FIFA.

Buku Pelajaran Esports Di Sekolah Korea Selatan

Selain itu buku ini juga membahas tentang konsep dasar dari karakter-karakter yang ada di game tersebut, terutama soal champions League of Legends dan memberitahukan bagaimana cara memainkan hero tersebut dengan benar di dalam pertandingan.

Buku ini sempat mendapatkan cukup apresiasi. Namun nyatanya untuk bisa menjadi yang terbaik di dunia esports , para pelakunya tidak hanya bisa mengandalkan teori yang mereka baca dari buku , melainkan pengalaman dan jam terbang mereka dalam suatu game. Maka dari itu buku ini masih dianggap kontroversial untuk tujuan melatih gamer profesional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *