ESL Dan Dreamhack Kembalikan Aturan Coaching Dota 2 Seperti Semula !

ESL Dan Dreamhack Kembalikan Aturan Coaching Dota 2 – Belum lama ini komunitas Dota 2 baru saja dihebohkan dengan drama terbaru mengenai shoutcalling yang dilakukan Peter ‘PPD’ Dager di ajang DPC Season 2. Kala itu PPD diketahui memberikan perintah kepada para pemain Alliance ketika game sedang berlangsung.

ESL Dan Dreamhack Kembalikan Aturan Coaching Dota 2

Melihat hal tersebut , kapten dari tim OG yaitu Johan “N0tail” Sundstein merasa jika itu adalah sebuah kecurangan. Ia menuduh Alliance telah melakukan kecurangan melalui akun sosial media twitter pribadinya.

“Memiliki pelatih selama permainan dota tidak pernah diizinkan. 0 respect untuk orang-orang yang melakukan kecurangan, hal yang sama ketika orang banyak dan mengklaim itu ‘tidak melanggar aturan’ atau Saya masih harus tahu kapan menggunakannya“ tutur N0tail di akun Twitter pribadinya.

Selain menuduh para pemain Alliance , Notail juga menyebut jika Valve tidak melakukan komunikasi kebijakan tersebut dengan semua tim. Ia mengharapkan jika perusahaan tersebut harus memiliki aturan yang konsisten. Hal ini yang akhirnya memicu perdebatan dari para fans hingga pro player Dota 2 lainnya.

ESL Dan Dreamhack Kembalikan Aturan Coaching Dota 2

Melihat kegaduhan yang sedang terjadi , pihak ESL dan Dreamhack akhirnya mengambil keputusan penting untuk mengembalikkan peraturan tersebut seperti semula. Sebelumnya mereka memang mengakui jika telah mengeluarkan pernyataan bahwa mereka memang membuat kebijakan yang dikirimkannya melalui Email ke tiap-tiap tim dimana Pelatih diperbolehkan untuk memberikan intruksi di dalam permainan. Namun Notail merasa jika kebijakan yang dikirim melalui email tersebut tidak seperti yang sebagaimana mestinya.

Untuk lebih memperjelas , pihak Dreamhack akhirnya merilis sikap resmi yang diambil oleh ESL dan Dreamhack selaku penyelenggara turnamen melalui akun sosial media twitternya.

“Pada awal ESL One DPC EU S2, kami mengubah peraturan terkait pelatih dan komunikasi tim untuk mengikuti apa yang kami lakukan pada kompetisi online di permainan lainnya. Yakni pelatih diperbolehkan berpartisipasi dalam komunikasi tim selama pertandingan berlangsung.

Dalam membuat perubahan, kami menginformasikan seluruh tim dari musim sebelumnya lewat email terkait hal ini. Namun, kami tidak menginformasikan Valve terkait perubahan aturan tersebut.

Per hari ini, peraturan tersebut kami kembalikan seperti awal sebagaimana yang sudah Valve terapkan. Perubahan ini tidak akan memengaruhi hasil pertandingan sebelumnya” tulis Dreamhack melalui laman resminya.

Selain itu mengganti kebijakan seperti semula , mereka juga meminta maaf kepada para tim yang merasa dirugikan atas pengumuman yang dibuat oleh penyelenggara tanpa memberikan informasi lebih lanjut kepada seluruh tim yang bertanding.

“Kami ingin meminta maaf kepada para tim terkait atas perubahan tersebut. Tim yang menggunakan peraturan sebelumnya (menghadirkan pelatih dalam pertandingan) tidak melakukan kesalahan karena mereka mengikuti aturan yang berlaku” tambah keterangan yang tertuang dari postingan tersebut.

Dengan dikembalikannya kebijakan seperti semula , hal ini menandakan jika peran pelatihan hanya sebatas fase drafting saja. Para pelatih hanya boleh melakukan komunikasi selama fase drafting. Setelah selesai , pelatih nantinya tidak diperbolehkan melakukan komunikasi lebih lanjut kepada para pemainnya. Tak hanya itu , pelatih juga tidak diperbolehkan berada di satu ruangan yang sama setelah fase drafting dan pertandingan selesai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *