India Hentikan Game AOV Dan PUBG, Ini Alasannya!

India Hentikan Game AOVArena of Valor atau yang lebih dikenal dengan sebutan AOV akan hentikan operasional di India. Informasi tersebut terkuak dari fanpage resmi AOV baru-baru ini dan sudah disebarkan lebih dari seratus kali.

Adapun informasi tersebut juga mengungkapkan alasan penghentian operasional di India.

Berikut adalah berita seputar India hentikan game aov dan pubg di negara mereka.

Alasan Arena of Valor India Berhenti Beroperasi

India Hentikan Game AOV

Melalui pernyataan di atas, penghentian operasional Arena of Valor tidak lepas dari pemerintah India yang berkaitan dengan privasi pengguna aplikasi.

“Berdasarkan keputusan sementara dari pemerintah India, kami tidak lagi melanjutkan operasional Arena of Valor di India.”

“Privasi pengguna dan keamanan data menjadi prioritas utama kami. Semua data game, termasuk informasi pribadi apapun, akan dihapus dalam waktu 30 hari, kecuali kami memiliki kewajiban hukum untuk menyimpan data tersebut, atau memiliki hak hukum untuk itu.”

India Banned Ratusan Aplikasi Dari Tiongkok

India Hentikan Game AOV

Kementerian Teknologi India mengambil langkah larangan karena aplikasi-aplikasi dari Cina dianggap ancaman bagi kedaulatan dan keamanan negara.

“Aplikasi ini mengumpulkan dan membagikan data secara diam-diam dan membahayakan data pribadi dan informasi pengguna yang dapat menimbulkan ancaman serius bagi keamanan negara,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters.

Aplikasi yang dilarang sendiri kebanyakan berasal dari Cina, termasuk aplikasi dari Baidu dan ShareSave Xiaomi. Hampir 200 aplikasi disebutkan, termasuk aplikasi PUBG Mobile yang beberapa waktu lalu ramai diberitakan.

Seperti yang dicatat Ahmad, ini seperti larangan TikTok yang diperkenalkan India pada bulan Juni. Dia juga menyebutkan dalam tweet berikutnya bahwa selain menjadi judul berpenghasilan kotor tertinggi sepanjang masa di negara ini. PUBG Mobile sedang dalam proses mengembangkan esports dan adegan streaming yang relatif sehat, sesuatu yang secara aktif berusaha dicapai oleh perusahaan India Patym awal tahun ini.

“Pemerintah India menyebut masalah keamanan nasional sebagai alasan pelarangan,” tulis Ahmad di Twitter. “Ini terjadi setelah ketegangan antara kedua negara meningkat baru-baru ini, yang menyebabkan bentrokan di perbatasan”

“Ini adalah cara untuk membalas China, meskipun aplikasi sesuai dan menyimpan data dengan benar,” tambahnya.

Tidak Hanya Aplikasi Game

India Hentikan Game AOV

Ahmad juga menunjukkan bahwa meskipun PUBG secara teknis adalah IP Korea, versi selulernya dikembangkan dan diterbitkan oleh perusahaan China Tencent. Faktanya, sebagian besar dari daftar aplikasi yang baru-baru ini dilarang dapat ditelusuri kembali ke perusahaan raksasa seperti Tencent dan NetEase. Termasuk berbagai game populer lainnya seperti Arena of Valor dan Knives Out.

Daftar yang dilarang ini tidak terbatas untuk game saja. Bahkan aplikasi seperti AliPay, yang dirancang untuk penggunaan sehari-hari, juga disertakan.

Saat ini, tidak jelas apakah larangan tersebut akan dibatalkan atau tidak. Seperti yang dinyatakan, PUBG Mobile tidak dapat diunduh di India, bersama dengan 117 aplikasi lainnya. Seperti yang dicatat Ahmad di Twitter, ini merupakan pukulan yang cukup besar bagi industri game.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *