Kasus Pelecehan Seksual Dalam Smash Bros Yang Sempat Membuat Gempar Dunia Esports

Kasus Pelecehan Seksual Dalam Smash Bros – Kasus pelecehan dalam dunia esports memang menjadi aib bagi komunitas dan juga para pelakunya. Beberapa pelaku yang mengaku dan ketahuan melakukan tindak pelecehan seksual tersebut biasanya akan mundur dari komunitas yang telah membesarkan namanya.

Kasus Pelecehan Seksual Dalam Smash Bros

Hal ini juga yang terjadi kepada beberapa atlet esports dan tokoh terkenal lainnya dalam Smash Bros. Salah satunya adalah Evo yang merupakan pendiri dari turnamen tersebut.

Kasus ini berawal dari atlet esports Smash Bros bernama Troy “Puppeh” Wells yang mengatakan jika dirinya sering diajak berhubungan seksual bersama Cinnamoin “Cinnpie” Dunson. Tepatnya pada tahun 2016 lalu , Puppeh sering melakukan hubungan seksual dengan Cinnpie. Padahal keduanya teraput usia 10 tahun yang dimana Puppeh saat itu masih berusia 14 tahun dan Cinnpie 24 tahun.

Kasus Pelecehan Seksual Dalam Smash Bros

Kasus tersebut semakin diperkuat dengan pernyataan dari Glyphmoney yang mengatakan memang ada seorang predator di komunitas mereka.

“Ada predator di tempat kami. Kadang-kadang, orang-orang itu akan menjadi sukses, dan kemudian memegang kekuasaan yang cukup untuk membungkam orang-orang yang telah mereka lecehkan,” tuturnya.

Namun hingga saat artikel ini dibuat , Cinnamoin “Cinnpie” Dunson masih belum memberikan tanggapannya atas tuduhan yang diberikan oleh Troy “Puppeh” Wells dan Gylphmoney tersebut.

Ada lagi kasus pedofilia yang terjadi pada Zack “CaptainZack” Lauth dan Nairoby “Nairo” Quezada. CaptainZack yang pada saat itu masih berada di bawah umur mengaku jika dirinya pernah menjalin hubungan seksual dengan Nairoby “Nairo” Quezada. Pada awalnya Naior dan saudaranya membayar CaptainZack untuk tutup mulut atas permasalahannya tersebut.

Kasus Pelecehan Seksual Dalam Smash Bros

Namun akhirnya CaptainZack berani melakukan speak-up mengenai permasalahnnya sehingga membuat Naior harus  ditendang dari organisasinya NRG dan kemudian meminta maaf kepada CaptainZack.

Dan kasus yang terakhir yaitu terjadi pada Richard “Keitaro” King yang dituduh melakukan pelecehan dengan “Shiva” yang menjadi partner smash Doubles-nya dan masih berusia 16 tahun.

Kasus Pelecehan Seksual Dalam Smash Bros

Keitaro pun akhirnya mengakui perbuatannya dan menceritakan dengan jelas kejadian tersebut. Keitaro mengatakan jika kasus ini terjadi ketika dirinya sedang merayakan pesta di rumahnya dan mengundang Shiva untuk hadir. Shiva yang sudah dipengaruhi oleh minuman alkohol akhirnya secara tidak sadar melakukan hal tersebut.

Atas kejadian tersebut , Keitaro meminta maaf kepada para pihak terkait dan memutuskan untuk meninggalkan komunitas tersebut  untuk sementara waktu.

Sisi gelap dalam dunia esports memang selalu ada dan tidak bisa kita hindari. Tidak hanya pelanggaran dan pelecehan seksual saja , ada juga sisi gelapnya lainnya seperti match fixing , akun sharing dan kecurangan kecurangan lainnya yang terjadi dalam dunia esports.

Tentunya kita sebagai warga Indonesia berharap jika komunitas esports Tanah Air tidak akan mengalami kasus seperti itu. Karena selain bisa mencoreng nama baik sang pelaku , nama esports di Indonesia juga akan terkesan buruk di kancah internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *