Kisah Clairvoyance Yang Diangkat Menjadi Kepala Pelatih BOOM Esports

Kisah Clairvoyance – Seperti yang kita ketahui , sebelum mendatangkan Aaron “Clairvoyance” Kim menjadi kepala pelatih di bulan Juli 2020 lalu , BOOM Esports sama sekali belum memiliki kepala pelatih untuk divisi Dota 2 mereka. Hal ini yang akhirnya membuat kami bertanya tanya alasan apa yang membuat BOOM Esports akhirnya mendatangkan pelatih asal Kanada tersebut ?

Kisah Awal Clairvoyance Ditarik Oleh BOOM Esports

Hal ini berawal ketika BOOM Esports gagal lolos ke turnamen terbesar Dota 2 yaitu The International 2019. BOOM Esports merasa membutuhkan seorang analisis yang bisa mengembangkan permainan dan performa para pemainnya. Alhasil terpilihlah Clairvoyance menjadi analis sebelum akhirnya dipromosikan menjadi kepala pelatih di bulan Juli 2020 lalu.

Sebelum memperkuat BOOM , Clairvoyance pernah melatih tim Mineski dan langsung berhasil memenangkan turnamen di Red Bull Guardians dan AMD Dota 2 Pro Series. Menurut Clairvoyance , prestasi tersebutlah yang membuat BOOM tertarik untuk mendatangkannya.

 “Mereka melihat dampak saya di wilayah SEA, dan dari situlah semua dimulai.” kata Clairvoyance.

Setelah diangkat menjadi kepala pelatih , Clairvoyance merasa jika BOOM Esports sudah mengalami banyak kemajuan dibandingkan sebelumnya. Dan kenyataanya pun benar adanya , BOOM Esports mampu mengalahkan Geek Fam di babak grand final turnamen ESL Sea Championship 2020 dan berhasil keluar sebagai juara.

“Hasil BOOM telah meningkat dan saya bahkan dapat membawa roster ini menjadi juara pertama di ESL SEA Championship tahun lalu.”

Clairvoyance percaya hal terpenting yang dia bawa ke tim adalah strategi.

“Peran saya sangat besar pada strategi,” kata Clairvoyance, “yang berarti saya bertanggung jawab atas aspek strategis dari tim mana pun yang saya bela. Dota 2 berubah setiap hari, selalu mengetahui informasi terbaru adalah hal yang penting dan akan membantu membuat keputusan terbaik di masa mendatang,” ungkapnya.

Hasil tersebut juga yang akhirnya membuat BOOM Esports bisa memecahkan rekor 11 kekalahan beruntun dari sang rival yaitu Geek Fam. Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari peran Clairvoyance dalam menentukan strategi dalam permainan.

Clairvoyance seharusnya datang ke Indonesia untuk bisa lebih mendekatkan diri dan membangun komunikasi antar pemainnya. Namun karena adanya pandemi covid-19 saat ini yang akhirnya membuat Clairvoyance tidak bisa terbang ke Asia Tenggara. Maka dari itu saat ini dirinya hanya bisa melatih BOOM Esports secara online dari Kanada.

Melatih secara online , tentu kendala utama yang dialami yaitu komunikasi. Clairvoyance adalah salah satu dari sedikit pelatih kepala yang bahkan tidak berbicara bahasa yang sama dengan para pemainnya, yang kebanyakan berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia. Namun Clairvoyance sendiri mengaku jika komunikasi bukanlah masalah terbesar yang dihadapinya saat ini.

“Meskipun saya tidak mengerti Bahasa Indonesia, berdasarkan pengalaman saya dengan tim SEA lainnya, saya bisa tahu apa yang terjadi dari tingkah laku mereka.”

Melatih secara online juga membuat Clairvoyance harus bisa mengatur perbedaan waktu yang ada. Yap , dirinya harus bisa membagi waktu untuk pekerjaannya tersebut.

“Saat memainkan pertandingan DPC, saya bekerja sekitar pukul 15.00 hingga 06.00. Ini tidak mudah. Itu berdampak buruk pada tubuh saya. Syukurlah selama sembilan bulan sebelum Liga Regional dimulai, ada banyak waktu untuk istirahat,” kenang Clairvoyance.

Untuk saat ini, Clairvoyance mengatakan dia telah mengatasi perbedaan waktu dan mampu bekerja untuk melatih tim yang berlokasi di benua berbeda.

“Sejauh ini, saya berhasil mengelola. Saya cukup puas dengan situasi ini,” kata Clairvoyance. “Saya pikir dampak saya pada tim bisa jauh lebih besar tetapi saya merasa senang dan diberkati karena mereka menerima kata-kata yang saya ucapkan. Saya terus berkomunikasi dengan para pemain setiap hari, dan selalu terbuka. Para pemain BOOM adalah orang yang mudah untuk diajak bekerja sama.”

Nah itulah informasi mengenai kisah awal Clairvoyance bisa ditarik oleh BOOM Esports dan menjadi kepala pelatih saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.