Pelatih Tidur Dalam Dunia Esports , Pertanda Industri Esports Makin Berkembang ?

Pelatih Tidur Dalam Dunia Esports – Untuk sebagian orang , tidur mungkin bukanlah aktivitas yang sulit untuk dilakukan. Bahkan malah banyak orang yang keseringan tidur , terutama bagi mereka para pengangguran 😀 .Namun untuk para atlit esports profesional yang mempunyai jadwal turnamen serta latihan yang padat , tidur bisa jadi kesulitan bagi mereka.

Ada beberapa kasus atlet esports yang terpaksa harus pensiun di usia yang masih sangat muda dikarenakan tidak mendapatkan istirahat dan tidur yang cukup. Semisalnya Uzi , pemain League Of Legends yang yang pensiun karena cidera di tangan dan bahu serta di-diagnosa diabetes. Selain itu ada juga Xzi , pemain Dallas Fuel yang terpaksa harus pensiun karena cidera leher dan bahu. Semua cidera ini tidak lepas dari intensitas bermain game yang sangat tinggi serta kurangnya istirahat alias tidur cukup. Oleh sebab itu , kini banyak organisasi esports yang mulai menggunakan jasa pelatih tidur untuk para atlet mereka.

Gaya Hidup Gamer

Seorang atlet esports biasanya akan menghabiskan waktu berjam jam untuk grinding atau scrimming untuk meningkatkan skill dan kekompakkan dari tim mereka. Malah kadang aktivitas ini bisa berlangsung seharian.

Pelatih Tidur Dalam Dunia Esports

Kebiasaan yang kurang baik seperti begadang melewati waktu istirahat kerap terbawa dalam kehidupan mereka sehari hari. Jika terus dilakukan dalam jangka waktu panjang , para atlet akan merasa terkuras staminanya secara fisik, mengendurnya fokus dan berujung pada hilangnya motivasi untuk bermain.

Walaupun terilhat sepele , namun hal ini harus diperhatikan secara dan ditanggapi secara serius. Kini beberapa organisasi esports mulai menerapkan sesi olahraga sebelum latihan , menyiapkan jadwal yang ideal untuk pemain, mendatangkan ahli psikolog dan ahli nutrisi untuk pemain sampai melatih pemain untuk bisa tidur dengan baik.

Pelatih Tidur Dalam Dunia Esports Bukan Hal Baru

Mungkin sebagian dari kalian akan merasa aneh mendengar hal ini. Sebab untuk apa pemain profesional baik di olahraga atau esports membutuhkan seorang pelatih untuk mengajarinya tidur ?

Nyatanya , pelatih tidur sudah bukan menjadi hal baru lagi dalam dunia olahraga. Tak hanya dalam olahraga esports saja , bahkan olahraga besar seperti sepak bola pun juga sudah menggunakan pelatih tidur. Bagi mereka , memberikan kualitas tidur terbaik untuk para atletnya selama 7 hingga 8 jam sehari adalah prioritas untuk menjaga kebugaran.

Adapun tim esports yang sudah mendatangkan pelatih tidur adalah tim Gravitas. Yap , tim esports asal Australia ini bekerja sama dengan universitas Flinders untuk mengembangkan metode tidur yang baik untuk atlet mereka. Selain itu, tim esports Schalke 04 juga bekerja sama dengan Emma, sebuah perusahaan yang fokus membidangin masalah-masalah tidur.

Theresa Schnorbach menjelaskan bahwa kebugaran seorang atlet termasuk di esports bisa terjaga dengan hanya menjaga gaya hidup yang baik. Hal ini sangat penting dan mampu mempengaruhi kemampuan mekanik dari sang atlet.

Pelatih Tidur Dalam Dunia Esports

Bersama Schalke 04, mereka meneliti efek durasi dan kualitas tidur pemain dengan melihat akurasi reaksi mereka saat bermain. Tiap individu dalam tim harus menyelesaikan beberapa tugas tiap harinya yang dinilai dari kecepatan dan ketepatan reaksi mereka. Hasil tersebut kemudian direkam untuk kemudian di analisa kembali. 

“Pemain esports harus menyerap informasi secara cepat dan efektif sebelum memberi reaksi yang benar. Yang biasanya membutuhkan ketepatan dan skill motorik yang baik. Kordinasi tangan dan mata, pola pikir strategis juga konsentrasi untuk jangka waktu panjang adalah hal terpenting.” ucap Theresa.

Yang terpenting adalah para atlet esports harus bisa sepintar mungkin mengatur waktu mereka. Pastikan kalian memiliki jam tidur selama 7 hingga 8 jam perharinya. Dan yang tak kalah penting adalah tempat istirahat kalian. Pastikan tempat tidur kalian sangat nyaman , empuk dan mampu meredakan beban punggung setelah aktivitas duduk seharian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *