Pendapat No[o]ne Mengenai Sistem DPC 2021 Yang Diumumkan Valve

Pendapat No[o]ne Mengenai Sistem DPC 2021 – Vladimir “No[o]ne” Minenko adalah salah satu pemain berbakat asal region CIS. Nama No[o]ne mulai dikenal oleh publik ketika dirinya bergabung bersama tim raksasa asal CIS yaitu Virtus.Pro.

Selama 4 tahun berseragam dan bermain di bawah nama Virtus.Pro , No[o]ne sudah mempersembahkan banyak gelar untuk tim yang berlogokan beruang tersebut. Menurut data yang kami ambil dari halaman Liquipedia setidaknya ada 5 turnamen yang pernah dimenangkan oleh pria kelahiran Ukraina tersebut bersama Virtus.Pro yaitu Kuala Lumpur Major , ESL One Birmingham 2018 , The Bucharest Major , ESL One Katowice 2018 dan ESL One Hamburg 2017.

Pendapat No[o]ne Mengenai Sistem DPC 2021

Bersama Ramzes dan kawan kawan , mereka berhasil membuat nama Virtus.Pro menjadi tim yang cukup ditakuti tidak hanya di Eropa saja , melainkan di dunia. Bahkan Virtus.Pro sempat dijuluki sebagai tim langganan major karena mereka hampir selalu lolos ke babak grand finals di setiap major yang mereka ikuti.

Namun entah kenapa setelah berakhirnya The International 9 lalu membuat performa Virtus.Pro semakin menurun. Hal tersebut yang akhirnya membuat Virtus.Pro sering menggonta ganti roster mereka termasuk sang carry yaitu RAMZES666 yang hengkang ke Evil Geniuses.

Berharap mendapatkan hasil yang lebih dengan pergantian roster malah membuat kondisi mereka semakin terpuruk. Hingga akhirnya tepat di bulan November 2020 lalu pihak Virtus.Pro menon-aktifkan semua roster divisi utama mereka dan menggantinya dengan roster divisi kedua yaitu VP.Prodigy.

No[o]ne pun sempat tergabung bersama tim Just Error yang diisi oleh Sumail dan pemain Virtus.Pro lainnya. Walaupun sudah diperkuat oleh pemain bintang ternyata tidak mampu membuat tim tersebut berkata banyak di turnamen EPIC League . Alhasil tim Just Error pun mengalami disband dan membuat No[o]ne saat ini tidak memiliki tim untuk musim DPC 2021.

Pendapat No[o]ne Mengenai Sistem DPC 2021

Veteran CIS itu mencurahkan kekecewaannya melalui Twitter. No[o]ne mengatakan jika dia akhirnya tidak menemukan tim untuk bersaing di liga regional DPC mendatang, dan oleh sebab itu dia tidak akan bisa lolos ke The International 2021.

“Jadi, jika saya melewatkan putaran pertama DPC, peluang saya untuk lolos ke Internasional hampir nol,” kata No[o]ne.

“Kedengarannya menyenangkan mengingat semua pengumuman sebelumnya,” pungkasnya dengan satir.

Jika dilihat dari cuitannya tersebut tampaknya membuat No[o]ne kecewa karena Valve memberikan waktu yang cukup singkat kepada pemain yang masih belum memiliki tim sebelum kualifikasi regional dimulai. Yap , beberapa wilayah regional seperti contohnya Asia Tenggara memang sudah memulai kualifikasinya sejak tanggal 3 Januari lalu sedangkan detail DPC 2021 baru saja diumumkan oleh Valve di awal tahun baru.

Walaupun memang tidak memiliki tim untuk DPC 2021 namun No[o]ne masih berkesempatan untuk bermain di The International 10 jika ada salah satu tim yang menginginkannya dalam periode transfer yang akan dimulai setelah DPC Major pertama di bulan Maret 2021 nanti. Namun dengan syarat setiap pemindahan pemain akan membuat tim tersebut kehilangan 15% dari total point DPC yang dimilikinya.

Jadi jika disimpulkan No[o]ne masih memiliki kesempatan untuk bermain di The International 10 nanti jika ada tim yang mengingkan dirinya. Namun hal itu berbalik lagi kepada tim tersebut siap atau tidaknya kehilangan point DPC mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *