Pengalaman Rasisme Fearless Yang Ia Alami Di Amerika Serikat

Pengalaman Rasisme Fearless – Eui-Sok ‘Fearless‘ Lee mencoba menceritakan pengalaman rasisme yang ia alami baru baru ini ketika berada di Amerika Serikat.

Seperti yang kita ketahui Amerika Serikat adalah negara imigran terbesar di dunia. Banyak orang dari berbagai suku dan negara di dunia yang tinggal dan menetap di negara ini. Hal ini yang membuat kasus rasisme di Amerika Serikat masih sangat kental dan sulit untuk dihilangkan.

Kasus rasisme ini semakin diperparah dengna kehadiran pandemi covid-19 yang menyerang hampir seluruh negara di dunia yang termasuk Amerika Serikat. Dan seperti yang kita ketahui , covid-19 berasal dari negara China sehingga masyarakat Amerika Serikat asli sangat berperilaku keras terhadap orang dari Asia.

Hal ini yang akhirnya membuat perlakuan rasisme muncul diberbagai negara di Amerika Serikat. Parahnya , ada kasus pembunuhan warga Asia yang kabarnya dilatar belakangi oleh isu rasisme tersebut.

Fearless yang merupakan pro player Overwatch yang berasal dari Asia akhirnya merrasakan hal yang sama dan mencoba menceritakan pengalaman rasisme yang ia alami melalui livestreamingnya.

Pengalaman Rasisme Fearless Yang Ia Alami Di AS

Melalui livestreaming yang ia lakukan di Twitch , Fearless menceritakan jika warga setempat di tempat tinggalnya selalu memberikan perlakuan rasisme kepada dirinya. Bahkan Fearless harus menggunakan seragam jersey timnya agar dianggap sebagai seorang atlit dan tidak akan diganggu oleh warga sekitar selama ia berada di luar rumah.

Menjadi orang Asia disini sungguh menyeramkan, orang-orang selalu memancing keributan dengan kita. Setiap kali mereka melihatku, mereka akan menghampiri aku, dan berpura-pura batuk di dekatku. Ini sangat serius” ujar Lee dalam Live Streamnya.

Being Asian Here Is Terrifying:' Overwatch Pro Talks About Life in the US

“Mereka memanggil kita Chinese, kemudian mengganggu kami. Rasisme di sini tidak bisa saya jelaskan,” ucap Lee kepada para penontonnya.

Beberapa orang di Amerika Serikat menganggap jika orang Asia menjadi penyebab tingginya angka kematian dan penyebaran virus covid-19 di negara mereka. Namun kenyataannya , mereka sendirilah yang menjadi penyebabnya karena tidak mematuhi protokol kesehatan seperti tidak menggunakan masker ketika berada di luar rumah.

Saya memakai jersey dan mungkin mereka sadar bahwa saya bergabung dengan sebuah tim, jadi mereka tak terlalu mengganggu kita. Tetapi saat menggunakan pakaian biasa, mereka bisa mendekat, mengganggu, dan lari begitu saja,” lanjut Fearless.

Fearless mengaku jika perlakuan rasisme di Amerika Serikat semakin parah belakangan ini. Sangat jauh berbeda jika dibandingkan 3 tahun sebelumnya dimana para warga setempat menjalani kehidupan dengan sangat damai dan tentram.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *