Perbedaan OG Dan Team Liquid Menurut SumaiL

Perbedaan OG Dan Team Liquid Menurut SumaiL – OG telah memastikan slot untuk The International 10 setelah mereka berhasil menang tipis melawan Tundra Esports di kualifikasi regional Eropa beberapa hari yang lalu. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pemain carry mereka , Sumail “SumaiL” Hassan , yang tampil apik menggunakan Templar Assasin di 2 game terakhir.

Kehadiran SumaiL dalam tim OG bukan yang pertama kalianya setelah ia sempat memperkuat tim ini selama 6 bulan di awal tahun 2020 lalu. Performa awal OG sangat menjanjikan , namun entah kenapa performa mereka terus menurun di beberapa turnamen online yang digelar tahun itu. Walaupun sudah diperkuat oleh pemain hebat seperti SumaiL , MidOne dan Topson , namun OG hanya mampu finish di posisi ke-7/8 di ajang BEYOND EPIC: Europe/CIS.

SumaiL akhirnya memutuskan untuk keluar dan membentuk tim baru bernama Just Error sebelum bergabung dengan Team Liquid pada Mei 2021 sebagai stand-in menggantikan Boxi yang memutuskan rehat sejenak.

Jelang kualifikasi TI10 Eropa, ia kehilangan posisinya di Team Liquid karena Boxi memutuskan untuk kembali ke dalam tim. Tak selang lama , SumaiL akhirnya kembali kepelukan OG yang mana saat itu OG juga baru ditinggalkan oleh carry andalan mereka , Ana.

Sebelum tampil di kualifikasi TI10 Eropa, SumaiL dan OG memiliki kesempatan untuk “melakukan pemanasan” di ajang ESL One Summer 2021. Hasilnya tidak cukup buruk , mereka mampu finish di posisi keempat.

Perbedaan OG Dan Team Liquid Menurut SumaiL

Sementara di babak kualifikasi TI10 Eropa, SumaiL sukses mengantarkan OG menjadi pemenang usai mengalahkan Thundra Esports dengan skor 3-2 di grand final. Setelah pertandingan berakhir , SumaiL yang diwawancari dihadapkan dengan beberapa pertanyaan mengenai perbedaan bermain untuk Team Liquid dan OG.

“Saya pikir Team Liquid adalah tim yang sangat terampil. Namun pada akhirnya, semuanya akan bergantung kepada pola pikir dan gameplay. Menurut saya, OG jauh lebih santai,” ucap SumaiL.

“Saya tahu bahwa semua pemain (di OG) merasa nyaman dan percaya diri di sepanjang waktu. Itulah salah satu perbedaan yang saya perhatikan,” tuturnya.

SumaiL juga menambahkan apa faktor yang paling menentukan bagi OG untuk bisa tampil luar biasa di kualifikasi TI10. Seperti yang kita ketahui , OG di musim ini bermain dengan sangat buruk. Bahkan mereka gagal lolos ke dua major pada DPC 2021 yang membuatnya tidak mampu mengamankan slot TI dengan DPC point.

“Tidak ada tekanan sama sekali dan saya pikir itu adalah salah satu kekuatan terbesar kami,” kata SumaiL.

“Itulah yang membuat kami berhasil memenangi seri ini (kualifikasi TI10). Tidak peduli seberapa hebat Anda, jika tidak bisa merasa nyaman dan merasa insecure, hal itu akan ‘memakan’ kamu,” tuturnya.

Belum lama ini Valve baru saja mengumumkan jika The International 10 akan dipindahkan ke Arena Nationala di Bucharest, Rumania, setelah tidak mendapat izin dari pemerintah Swedia untuk menyelenggarakannya di Avicii Arena, Stockholm, Swedia. Pemindahan ini membuat jadwal The International 10 kembali diundur , dari yang awal 5-15 Agustus kini telah diundur menjadi 7-17 Oktober 2021.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *