Pesan Audrey FF Perihal Gamers Wanita Yang Rawan Direndahkan

Pesan Audrey FF Perihal Gamers Wanita Yang Rawan Direndahkan – Perkembangan di industri esports Indonesia kini semakin pesat, terlihat dari mulai banyaknya player wanita yang turut berkontribusi meramaikan dunia games. Meskipun kehadiran player wanita saat ini sudah bisa dibilang menjadi hal yang lumrah, namun tak sedikit juga player wanita di industri game Indonesia masih dipandang remeh oleh berbagai pihak.

Bahkan menurut survey yang dilakukan oleh Reach3 yang bekerja sama dengan Lenovo, mengungkapkan bahwa ada 59% player game wanita memilih untuk menyembunyikan jenis kelamin aslinya saat tengah bermain game online. Alasan utamanya adalah demi menghindari terjadinya pelecehan yang dilakukan oleh gamer lain.

Bahkan, ada seorang wanita yang lebih memilih untuk bermain sebagai karakter pria di game MMORPG (Massively Multiplayer Online Role Playing Game) agar tidak ada player lawan jenis yang menggoda, mengirimi barang, atau bahkan mengirimkan pesan serta gambar yang tidak mereka inginkan. Menurut survei yang sama, sebanyak 77% dari 900 wanita yang mereka survei pernah merasakan diskriminasi khusus gender saat tengah bermain game. Biasanya komentar yang paling sering mereka terima adalah perihal ketrampilan mereka dalam bermain game yang dinilai sebelah mata bahkan sampai ke komentar yang merendahkan karena mereka adalah seorang wanita yang dianggap tidak lebih hebat saat bermain game jika dibandingkan dengan gamers berjenis kelamin lelaki.

Begitu pula yang dialami oleh pro players cantik di Indonesia, salah satunya Audrey FF yang merupakan salah seorang content creator Gaming. Gadis bernama lengkap Ridha Audrey ini mengungkapkan bahwa ia merasa menjadi content creator khususnya content creator gaming tidaklah mudah untuk dilakukan karena stereotype player cewe yang hanya dianggap parasit atau “numpang menang” oleh para gamers cowok.

View this post on Instagram

A post shared by AudreyFF Gaming (@audreyffreal)

Tak hanya itu, Audrey juga sempat mendapatkan halangan dari kedua orang tuanya karena dianggap hanya menghabiskan waktu secara percuma karena terus-terusan bermain game setiap hari.

Beruntungnya, Audrey sudah menemukan teman-teman sesama gamers wanita dalam suatu komunitas gaming. Sehingga ia bisa saling sharing serta bermain bersama dengan teman-teman komunitas, mereka pun bahkan membuat tim professional yang sering mengikuti dan memenangkan beberapa turnamen MLBB. Sampai akhirnya Audrey FF memilih untuk berhenti menjadi pro player dan memilih untuk menjadi content creator.

Pesan Audrey FF kepada para gamers wanita di luar sana untuk tetap percaya diri dalam menunjukkan bakat yang ada di dalam diri dan tidak perlu merasa berkecil hati. Karena pada dasarnya dalam industri e-sports ini tidak ada perbedaan yang terlalu kentara perihal gender, kembali lagi semua tergantung pada mekanik pribadi masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *