Profil dan Biodata Xepher, sang Rubick God Sekaligus Orang Indonesia Pertama di TI

Profil dan Biodata Xepher, sang Rubick God Sekaligus Orang Indonesia Pertama di TI – Sosok pria bernama Kenny Xepher mendadak trending di Twitter setelah kalimat ‘Mama saya di TI’ yang diungkapkannya viral.

Pria kelahiran tahun 1996 ini merupakan seorang pro player game Dota 2. Memiliki skill bermain yang luar biasa, ia pun dilirik oleh banyak group esports.

Ia mengawali karier profesionalnya sebagai seorang atlet esports Dota 2 bersama berhimpun bersama Evos Esports di tahun 2018.

Kemudian ia ubah ke group Dota 2 milik tim esports asal Negeri Jiran, Geek Fam. Ketika tergabung di dalam tim Geek Fam, ia berhasil memenangkan dua pertandingan, yaitu BTS Pro Series Season 2: SEA dan ONE Esports Dota 2 SEA League.

Dengan prestasi tersebut, ia berhasil menarik tim esports asal Korea Selatan bernama T1 untuk merekrutnya. Bergabung bersama T1, ia dan timnya pun berhasil menggondol gelar juara ESL One Summer 2021.

Selain itu, bersama berhimpun bersama T1, ia berhasil mencatatkan namanya sebagai orang Indonesia pertama yang berhasil mengikuti The International 10, sebuah persaingan terbesar tingkat dunia untuk para pro player Dota 2.

Profil Xepher

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Kenny “Xepher” Deo (@kennyxepher)

Nama Lengkap: Kenny Deo
Nama Panggung: Kenny Xepher
Nama Panggilan: Kenny
Tempat, Tanggal Lahir: 27 Juni 1996
Kewarganegaraan: Indonesia
Pendidikan:
Agama: Kristen
Orang Tua:
Saudara:
Pacar: Franzeska Edelyn
Profesi: Atlet Esports, Gamer
Hobi: Main Game
Facebook:  –
Twitter: @KennyXepher
Instagram: @kennyxepher
TikTok:  –
YouTube:  Xepherdotes

Perjalanan Karier Xepher


2014 : Zero Latitude
2014 — 2015 : Team nxl
12-04-2015 s/d 30-04-2018 : Rex Regum Qeon
30-04-2018 s/d 06-09-2018 : TNC Tigers
08-09-2018 s/d 22-04-2019 : Tigers
05-05-2019 s/d 04-09-2020 : Geek Fam
27-11-2020 s/d Sekarang : T1 Esports

Fakta Unik Xepher DOTA 2

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Kenny “Xepher” Deo (@kennyxepher)

Sosok Xepher merasa mencuri perhatian para penggemar DOTA 2 Indonesia sejak berhimpun bersama RRQ. Setelahnya Xepher melanjutkan petualangannya ke beberapa tim lain di luar Indonesia, sampai kelanjutannya berhimpun bersama T1 Esports dan lolos ke TI 10. Berikut fakta-fakta unik Xepher.

Jiwa Kompetitifnya Muncul Sejak Kecil
Pemain yang punya nama asli Kenny Deo ini mengutarakan dia kerap menjelajah ke beberapa warnet berbeda bersama tujuan untuk mengukur kemampuannya dan menunjukkan bahwa dia yang terbaik.

Menurut pengakuan Xepher, perihal tersebut dia lakukan gara-gara dirinya sesungguhnya sudah punya jiwa kompetitif sejak kecil, ia senantiasa dambakan jadi yang paling jago.

Satu Tim Dengan IYD di Tigers
Mungkin banyak juga penggemar DOTA 2 Indonesia yang tetap ingat bagaimana kecuali dua bintang asal Indonesia, Xepher dan IYD bermain di satu tim yang sama? Yaps, faktanya keduanya sempat bernaung di dalam satu tim yang sama, yaitu Tigers.

Dan benar saja, Tigers pun langsung menjelma jadi keliru satu tim paling disegani di SEA lebih-lebih sempat dianggap sebagai tim paling baik di SEA. Bersama IYD di Tigers, Xepher juga berhasil memenangi keliru satu ajang minor yang memadai bergensi, yaitu DreamLeague Season 10.

Setelah hengkangnya IYD berasal dari Tigers, Xepher juga sempat merasakan berada satu tim bersama sosok paling fenomenal di DOTA 2, Dendi. Sayangnya keduanya cuma sempat bermain bersama selama 3 bulan sebelum akan kelanjutannya diumumkan berpisah bersama Tigers.

Rubick God
Punya skill mumpuni sebagai Support, pemain bernama asli Kenny Deo ini lebih-lebih meraih julukan untuk keliru satu Hero andalannya, yaitu Rubick God.

Rubick sesungguhnya merupakan keliru satu haro andalan Xepher. Orang ini kecuali sudah dikasih Rubick sih cuma satu kata yang pantas bikin dia, GILA!!! Udah itu aja.

Baca juga: Profil dan Biodata Lengkap Whitemon, Pemain DOTA 2 Asal Indonesia

Sempat Gagal Bermain di Turnamen Major
Xepher sempat merasakan pahitnya efek pandemi Covid-19. Timnya kala itu, Geek Fam sempat gagal mengikuti turnamen Major terhadap 2020 lalu. Geek Fam yang kala itu dianggap sebagai tim terkuat di Regional SEA terpaksa perlu gagal mengikuti Major ESL One Los Angeles yang mestinya digelar Maret 2020.

Gagalnya Xepher beserta timnya mengikuti Major ini lantaran dibatalkannya gelaran ESL One Los Angeles Major gara-gara Covid-19. Kegagalan ini jadi pukulan yang memadai telak bagi Geek Fam yang baru saja capai mimpi mereka untuk lolos ke turnamen Major.

Orang Indonesia Pertama yang Lolos ke TI
Yaps, Xepher berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional terhadap tahun 2021, dia dan Whitemon mencatatkan namanya sebagai orang Indonesia pertama di panggung The International.

Meski gagal mengamankan gelar juara TI, tapi performa apiknya selama 2021 patut diapresiasi. Karena seperti yang kita ketahui, lolos ke TI saja sudah merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa.

Chat Wheel DOTA 2, “Mama saya di TI”
Selain jadi pemain asal Indonesia pertama di DOTA 2, Xepher juga jadi keliru satu berasal dari sedikit pemain yang dibuatkan chat wheel khusus di DOTA 2.

Kalimat celetukannya disaat datang di interview TI, “Mama saya di TI” berhasil menarik perhatian para penggemar esports di seleruh Dunia. Valve pun kelanjutannya menghadirkan kalimat tersbut sebagai chat wheel di DOTA 2.

Penghargaan Xepher

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Kenny “Xepher” Deo (@kennyxepher)

Esports Person of The Year Game Prime Awards 2021
Esports PC & Console Player of the Year Esports Unite Awards 2021
Itu dia profil Xepher keliru satu pemain paling baik di scene DOTA 2 Indonesia. Semoga berfaedah dan mampu menginspirasi anda ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *