Sistem Reward And Punishment Virtus.Pro Untuk Para Pemainnya

Sistem Reward And Punishment Virtus.Pro – Menjadi tim tier 1 Dota 2 tidak membuat Virtus.Pro merasa puas dengan apa yang mereka raih saat ini. Walaupun telah berhasil mengalahkan beberapa tim hebat seperti Team Secret , OG , Nigma di dalam turnamen EPIC League Division 1 , namun mereka masih tetap memiliki metode khusus untuk membuat para pemainnya lebih disiplin dan juga produktif.

VP.Save- yang diwawancarai oleh Maria ” Mrs. Marple ” Ermolina pada chanel youtube tim tersebut mengatakan jika Virtus.Pro merupakan salah satu tim yang mempunyai sistem reward and punishment yang cukup tegas bagi para pemainnya. Bahkan pada awalnya mereka diharuskan bermain selama 8 match setiap harinya.

Buat kalian yang penasaran seperti apa kerasnya sistem reward and punishment Virtus.Pro , berikut adalah pengakuan Save- mengenai hal tersebut .

“Kami memiliki banyak tipe dan variasi penalti. Ada yang penalti untuk tidak bermain satu pertandingan public sebelum scrim atau pertandingan resmi. Keputusan ini penting agar pemain mulai panas dan terbiasa dalam berkomunikasi. Selain itu, tidak ada fungsinya bila melakukan scrim bila pemain tidak siap atau tubuhnya belum melakukan pemanasan.

Di bootcamp sendiri, kami memiliki peraturan untuk bermain setidaknya delapan pertandingan public dalam sehari, tapi setelah dua minggu kami setuju untuk mengurangi angkanya menjadi enam. Kami juga memiliki hukuman bagi yang teriak dan berbicara sangat keras setelah jam 4 di pagi hari, tapi keputusan ini ditujukan kepada epileptick1d dan saya karena semuanya tidur lebih awal.

Kami juga memutuskan bahwa uang dari hukuman ini tidak kembali kepada organisasi atau tim. Melainkan kami salurkan uang ini untuk panti atau kegiatan amal.”

Adanya suatu peraturan dalam tim esports menjadi hal yang cukup penting agar para pemainnya tidak merasa puas dengan apa yang mereka raih. Tentu setiap tim ataupun organisasi esports memiliki metode yang berbeda beda mengenai hal tersebut , namun tujuannya pun tetap sama yaitu membuat para pemainnya tetap disiplin dan bekerja keras untuk menjadi yang terbaik.

Sistem Reward And Punishment Virtus.Pro

Save- juga mengaku jika Virtus.Pro saat ini masih sangat jauh dibandingkan ketika tim tersebut dibela oleh Ramzes dan kawan kawan. Oleh karena itu Save- bertujuan untuk membuat Virtus.Pro kembali menjadi tim tier 1 di musim DPC 2021 yang akan datang.

“Kami semua memiliki tujuan yang sama yaitu menjadi tim tier 1. Mungkin sejauh ini terlihat baik-baik saja, tapi tetap saja, selalu ada celah untuk berbenah baik sebagai individu maupun sebagai tim. Kami belum mencapai tim tier 1, karena untuk menjadi tim tier-1 kamu membutuhkan banyak pengalaman di pertandingan LAN dan beragam situasi. Sejauh ini, kami harus terus berkembang sebagai seorang pemain. Ada langkah kecil yang kita semua butuhkan untuk menjadi pemain tier-1”

Nah itulah beberapa peraturan untuk para playernya dari tim Virtus.Pro . Gimana menurut kalian guys?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *