Solusi Permasalahan DPC 2021 Menurut Pelatih Team Secret

Solusi Permasalahan DPC 2021 – Format DPC 2021 yang dibuat oleh Valve tampaknya berhasil membuat banyak pihak tak setuju. Seperti misalnya pembagian hadiah di ONE Esports Singapore Major yang hanya diberikan untuk 8 tim teratas. Sedangkan untuk 8 tim terbawah tidak mendapatkan uang sepeserpun dari performa yang telah mereka tunjukkan di major tersebut.

Yap , banyak pihak yang tidak setuju dengan pembagian prizepool dari turnamen major tersebut. Salah satu pihak yang berani angkat mulut tentang permasalahan ini adalah manajer dari Quincy Crew , yaitu Jack “KBBQ” Chen. Dalam turnamen Singapore Major , Quincy Crew hanya finish di posisi 12 yang membuat mereka harus pulang dengan tangan kosong.

“Kami berada pada titik di mana sejumlah besar tim kehilangan uang untuk bersaing di turnamen besar selama pandemi yang sedang berlangsung,” cuit Jack Chen.

Solusi Permasalahan DPC 2021 Menurut Pelatih Team Secret

Solusi Permasalahan DPC 2021

Dan yang terbaru datang dari pelatih Team Secret , Lee ‘Heen’ Seung Gon yang coba kembali mengungkapkan potensi masalah yang akan hadir dari format DPC 2021 tersebut.

Jika dilihat dari postingannya melalui TwitLonger , Heen tidak hanya mengkritik kekurangan format DPC 2021 , namun ia juga memberikan solusi terbaik yang mungkin bisa menguntungkan dan diterima oleh semua pihak.

Menurut Heen, persaingan menuju TI tentunya sangat berat, tapi pembagian hadiah untuk turnamen TI tidak cukup baik. Heen juga mengatakan jika sistem degradasi tim tidak cukup baik dan sistem distribusi poin belum dapat diterima. Heen menginginkan sistem ini mengakomodasi lebih banyak tim di Liga Regional sehingga membuat “semua orang bahagia.”

Namun ia juga tidak menampik jika ada beberapa hal baik di format DPC 2021 yang salah satunya adalah setiap daerah akan hampir dipastikan memiliki wakil di ajang TI. Hal ini dikarenakan perbedaan antara jumlah poin DPC yang diberikan di Liga Regional dan Major tidak jauh berbeda.

Permasalahan Format DPC Menurut Heen

Berikut adalah permasalahan dari sistem saat ini versi Heen.

  • Poin DPC sangat sulit untuk diperoleh (hanya peringkat lima besar dari Divisi Atas liga regional dan delapan besar di ajang Major).
  • Selain itu, karena banyaknya uang yang terkonsentrasi pada TI tahun ini, jalan menuju kejuaraan dunia tersebut ia nilai telah menjadi ‘kurang konsisten’. Acara Major setidaknya menyumbang “1-2% dari total hadiah TI” yang menurutnya tidak sehat.
  • Sistem distribusi poin, terutama di ajang Major tidak terlalu memberikan tambahan yang signifikan bagi banyak tim karena hanya delapan besar yang mendapatkan uang hadiah dan poin. Sisanya pulang dengan tangan kosong.
  • ‘Sistem saat ini dimana dua tim teratas dari Divisi terbawah harus menyerahkan slot mereka ke dua tim terbawah dari Divisi teratas jelas sangat bodoh. Kita berada dalam persaingan bisnis. Dapatkan tempat kalian seperti orang lain.’
  • Lower Bracket R1 harus berhenti menjadi BO1. Terbukti dari Singapore Major (di mana Lower Bracket R1 adalah BO3), itu hanya butuh menambahkan satu hari lagi untuk menyelesaikan putaran tersebut.

Nah itu solusi permasalahan format DPC 2021 yang diungkapkan oleh Heen. Gimana menurut kalian guys ? Setujukah dengan pendapat Heen ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *